PKB Depok Tebar Kepedulian di Tengah Krisis Ekonomi, M. Faizin: Kurban dan UMKM Jadi Kekuatan Rakyat

IMG-20260528-WA0031

DEPOK | FOKUSKOTA.com – DPC PKB Kota Depok kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kepedulian sosial melalui kegiatan kurban bertajuk “Solid Bergerak, Nyata Peduli, Siap Melayani” yang digelar di De Alden Camps, Kelurahan Kalimulya, Kamis (28/5/2026).

Ketua DPC PKB Kota Depok, M. Faizin, mengatakan bahwa pelaksanaan kurban tahun ini menjadi bentuk nyata kehadiran PKB di tengah masyarakat, khususnya di saat kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

“Alhamdulillah tahun ini PKB Kota Depok kembali bisa melaksanakan kurban dengan total delapan ekor sapi dan 29 ekor kambing maupun domba. Hewan kurban ini sudah kami distribusikan ke setiap kecamatan melalui pengurus PAC sejak sebelum Hari Raya Idul Adha,” ujar Faizin.

Menurutnya, proses penyembelihan dilakukan secara bertahap di wilayah masing-masing anggota dewan dan pengurus PKB, sementara kegiatan di Kalimulya menjadi penutup rangkaian kurban tingkat DPC.

Faizin menegaskan, pembagian daging kurban diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu, warga miskin, serta kelompok yang membutuhkan di berbagai wilayah Kota Depok.

“Kami ingin semangat kurban ini benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Karena Idul Adha bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang solidaritas dan kepedulian sosial,” katanya.

Dalam pandangannya, Idul Adha juga harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kebersamaan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Ia menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok, melemahnya daya beli masyarakat, hingga tekanan ekonomi dunia yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat bawah.

“Harga-harga mulai naik, nilai tukar dolar tinggi, harga minyak dunia juga meningkat. Situasi ini tentu berpengaruh pada ekonomi masyarakat. Karena itu semangat Idul Adha harus menjadi semangat saling menguatkan dan bergandeng tangan,” ungkapnya.

Faizin menilai sektor UMKM harus menjadi perhatian utama pemerintah. Ia mengingatkan bahwa sektor ekonomi rakyat pernah menjadi penyelamat Indonesia saat krisis ekonomi 1998, sehingga saat ini penguatan usaha mikro kembali menjadi langkah penting menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Basis ekonomi Indonesia itu sebenarnya ekonomi rakyat dan UMKM. Maka pemerintah harus hadir memberikan dukungan nyata, baik dari sisi permodalan, pendampingan, maupun peningkatan kapasitas usaha,” tegasnya.

PKB Kota Depok, lanjut Faizin, juga terus mendorong peningkatan kualitas UMKM melalui pelatihan gratis, penguatan digital marketing, hingga pengembangan kemampuan pelaku usaha agar mampu bertahan di era digital.

“Kami sudah mulai sejak 2025 memberikan pelatihan soft skill dan digital marketing bagi pelaku UMKM. Hari ini bertahan saja tidak mudah, maka mereka harus dibekali kemampuan menghadapi perubahan teknologi,” jelasnya.

Selain fokus pada ekonomi kerakyatan, PKB juga memberi perhatian besar terhadap generasi muda. Menurut Faizin, anak muda harus dipersiapkan menjadi pelaku usaha baru dan penggerak ekonomi masa depan.

“Kesempatan kerja yang tersedia hari ini tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja. Karena itu anak-anak muda harus didorong menjadi entrepreneur baru, berani usaha, berani bisnis, dan mampu menjadi tulang punggung keluarganya,” ujarnya.

Ia menambahkan, PKB tengah menyiapkan ruang kreatif bagi generasi muda sebagai wadah bertukar gagasan, membangun jejaring, hingga menciptakan peluang usaha baru.

Di akhir keterangannya, Faizin berharap pemerintah dan sektor perbankan memiliki keberpihakan yang lebih kuat terhadap usaha mikro melalui kebijakan pembiayaan yang lebih ringan dan mudah diakses.

“Usaha mikro tidak bisa diperlakukan sama dengan usaha besar. Harus ada skema khusus, bunga ringan, dan pendampingan yang serius. Kalau UMKM kuat, ekonomi masyarakat juga akan kuat,” pungkasnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *