Binton Nadapdap Tegaskan: Depok Harus Maju Tanpa Kehilangan Sejarah dan Jati Diri

IMG-20260525-WA0005

DEPOK | FOKUSKOTA.com – St. Binton J Nadapdap,S.Sos,S.H,M,M,,M.H. kembali menegaskan pentingnya pembangunan Kota Depok yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas, sejarah, serta karakter budaya masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi.

Sosok yang dikenal sebagai legislator aktif, akademisi, mantan profesional perbankan, sekaligus kolektor arsip sejarah nasional itu dinilai menghadirkan warna berbeda dalam dinamika pembangunan di Depok. Dengan pengalaman lintas bidang yang dimilikinya, Binton konsisten mendorong konsep pembangunan berbasis pendidikan, budaya, literasi, dan kesadaran sejarah.

Di lingkungan DPRD Kota Depok, Binton dikenal sebagai salah satu anggota dewan yang aktif dan disiplin dalam menjalankan fungsi pengawasan kelembagaan. Saat ini dirinya menjabat sebagai Anggota Komisi A DPRD Kota Depok periode 2024–2029 dari Partai Solidaritas Indonesia, mewakili Daerah Pemilihan Depok 2 meliputi Kecamatan Beji, Cinere, dan Limo.

Selain aktif di Komisi A, Binton juga dipercaya memimpin Pansus I DPRD Kota Depok dalam pembahasan sejumlah regulasi strategis terkait arah pembangunan daerah dan tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak bisa hanya diukur dari tingginya gedung dan pesatnya pembangunan fisik semata. Ia menilai, kota yang benar-benar maju adalah kota yang mampu melahirkan masyarakat berkarakter serta memiliki kebanggaan terhadap identitas daerahnya sendiri.

“Kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki gedung tinggi dan infrastruktur modern, tetapi kota yang masyarakatnya memiliki karakter, memahami sejarahnya, dan bangga terhadap identitas daerahnya sendiri,” ujar Binton, Sabtu (23/5/2026).

Ia menilai pembangunan yang mengabaikan sejarah dan budaya berpotensi membuat masyarakat kehilangan arah serta jati diri di tengah perkembangan zaman dan globalisasi. Karena itu, ruang edukasi publik dinilai penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap perjalanan sejarah daerah maupun bangsa.

Sebagai Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton juga aktif mendorong keterlibatan generasi muda dalam dunia politik melalui pendekatan yang lebih terbuka, edukatif, dan berbasis gagasan. Baginya, politik seharusnya menjadi ruang pengabdian dan pembelajaran bagi masyarakat.

“Politik harus menjadi ruang pembelajaran dan pengabdian, bukan sekadar perebutan kekuasaan. Ketika politik dijalankan dengan integritas dan nilai kebermanfaatan, maka kebijakan yang lahir akan berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Sebelum terjun ke dunia politik, Binton memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan. Latar belakang tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang sistematis, disiplin, dan berorientasi pada tata kelola profesional serta akuntabel.

Tak hanya aktif di pemerintahan dan politik, Binton juga dikenal luas di kalangan akademisi dan komunitas sejarah nasional. Ia memiliki ribuan koleksi buku sejarah, dokumentasi perjuangan bangsa, naskah kuno, foto-foto bersejarah, hingga karya seni bernilai historis karya maestro Indonesia seperti Affandi, Basuki Abdullah, dan Amrus Natalsya.

Kepeduliannya terhadap sejarah juga diwujudkan melalui langkah digitalisasi ribuan klise negatif dokumentasi sejarah Indonesia secara mandiri guna menyelamatkan arsip bangsa agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Sejarah bukan hanya tentang masa lalu, tetapi sumber pembelajaran agar generasi hari ini memahami perjalanan bangsanya dan tidak kehilangan arah di masa depan,” tegasnya.

Dari kepedulian tersebut, Binton juga menggagas pentingnya pembangunan Museum Kota Depok sebagai pusat edukasi publik sekaligus ruang literasi sejarah dan budaya masyarakat. Bahkan, ia mengaku telah mengusulkan langsung kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia agar pembangunan museum di Kota Depok dapat direalisasikan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan identitas daerah.

Menurutnya, Depok memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan karakter unik yang belum sepenuhnya terdokumentasi secara maksimal, khususnya bagi generasi muda.

“Depok memiliki sejarah yang panjang dan unik. Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi ruang edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap identitas kotanya,” ungkapnya.

Selain isu sejarah dan kebudayaan, Binton juga aktif menyuarakan pembangunan berkelanjutan, penguatan UMKM lokal, peningkatan kualitas pendidikan, pengelolaan lingkungan hidup, serta pengembangan ruang publik yang lebih ramah masyarakat.

Ia menekankan bahwa keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan menjadi kunci agar kota tetap nyaman dihuni dalam jangka panjang.

“Pembangunan harus menciptakan keseimbangan. Kemajuan ekonomi penting, tetapi lingkungan hidup dan kualitas kehidupan masyarakat juga harus tetap dijaga,” ujarnya.

Dengan perpaduan pengalaman sebagai mantan bankir, akademisi, legislator, pimpinan partai politik, sekaligus pegiat sejarah nasional, Binton Nadapdap dinilai menjadi salah satu figur yang konsisten membawa gagasan pembangunan Kota Depok berbasis karakter, budaya, dan kesadaran sejarah di tengah laju modernisasi perkotaan.(Hf)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *