Turun Langsung ke Sekolah, Yuni Indriany Perjuangkan Hak Belajar Siswa di Tengah Keterbatasan Fasilitas

IMG-20260506-WA0026

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Agenda reses Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yuni Indriany, menjadi cermin nyata masih adanya ketimpangan di sektor pendidikan dasar. Dalam kunjungannya ke SDN Pengasinan 1, ia menemukan persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan: keterbatasan ruang belajar dan terbengkalainya pembangunan fasilitas sekolah.

Turun langsung ke lokasi, Yuni berdialog dengan pihak sekolah serta meninjau kondisi fisik bangunan yang dinilai jauh dari ideal. Dengan jumlah siswa mencapai sekitar 680 orang, sekolah tersebut hanya didukung 12 ruang kelas yang layak, jauh dari kebutuhan minimal yang seharusnya mencapai dua kali lipat.

Kondisi ini memaksa pihak sekolah menerapkan sistem belajar bergantian, yang berdampak pada terbatasnya waktu pembelajaran dan menurunnya kualitas interaksi antara guru dan siswa.

“Ini bukan sekadar soal jumlah ruang, tetapi menyangkut kualitas pendidikan anak-anak kita. Mereka berhak mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan nyaman,” ujar Yuni, Rabu (6/5/2026).

Selain ruang kelas, perhatian juga tertuju pada kondisi ruang guru yang sempit dan kurang memadai. Keterbatasan ini dinilai menghambat kinerja tenaga pendidik dalam mempersiapkan materi hingga melakukan evaluasi pembelajaran secara optimal.

Namun, sorotan paling tajam diarahkan pada proyek pembangunan lantai tiga yang mangkrak sejak 2017. Bangunan yang semula dirancang untuk menambah kapasitas ruang belajar kini terbengkalai tanpa kejelasan kelanjutan, bahkan dilaporkan menjadi sarang kelelawar yang berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

“Ini sangat memprihatinkan. Infrastruktur yang seharusnya menunjang pendidikan justru terbengkalai dan menimbulkan risiko baru,” tegasnya.

Yuni menilai persoalan tersebut tidak hanya mencerminkan kendala teknis, tetapi juga menunjukkan perlunya perbaikan dalam tata kelola dan pengawasan pembangunan pendidikan. Ia menekankan bahwa proyek yang telah menggunakan anggaran publik harus diselesaikan secara bertanggung jawab.

Dalam konteks kebijakan, ia mengakui adanya tantangan keterbatasan anggaran. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sektor pendidikan tidak boleh dikompromikan.

“Pendidikan adalah prioritas utama. Ini menyangkut masa depan generasi kita. Tidak boleh ada sekolah yang tertinggal,” ujarnya.

Sebagai bagian dari fungsi legislasi dan pengawasan, Yuni memastikan seluruh temuan di lapangan akan dibawa ke forum DPRD untuk diperjuangkan menjadi prioritas dalam perencanaan anggaran mendatang.

Ia juga mendorong adanya sinergi antara pemerintah kota, provinsi, hingga pusat agar penyelesaian persoalan di SDN Pengasinan 1 dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di tengah laju pembangunan kota, perhatian terhadap pendidikan dasar tetap harus menjadi fondasi utama.

“Kita tidak boleh abai. Dari ruang kelas yang layak, lahir generasi yang kuat. Itu yang harus kita pastikan bersama,” pungkasnya. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *