Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi, Hamzah Tegaskan Lebaran Depok sebagai Panggung Budaya Inklusif

IMG-20260506-WA0023

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Rangkaian Lebaran Depok 2026 di Alun-alun Kota Depok kian semarak dengan digelarnya tradisi “nyuci perabotan” pada Rabu (6/5/2026). Ketua Panitia, H. Hamzah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarat nilai filosofis yang diwariskan dari masyarakat Depok tempo dulu.

Menurutnya, tradisi mencuci perabot merupakan simbol kesiapan menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri dengan kondisi bersih, baik secara lahir maupun batin.

“Dulu, orang Depok menyambut Ramadan dengan membersihkan semuanya—rumah, kasur, hingga perabotan. Ini bukan sekadar aktivitas fisik, tapi bentuk penghormatan terhadap datangnya bulan suci,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan tahun ini dirancang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda. Berbagai pertunjukan seni dan budaya turut ditampilkan di dua panggung utama, menghadirkan sanggar-sanggar lokal yang memperkaya suasana perayaan.

“Ini bagian dari edukasi budaya. Kita ingin anak-anak kita tahu bahwa di balik tradisi ada makna yang harus dijaga,” katanya.

Selain mengusung nilai budaya, Lebaran Depok juga memberikan dampak signifikan bagi sektor ekonomi, khususnya pelaku UMKM. Sekitar 200 stand UMKM dilibatkan dalam kegiatan ini dengan sistem kupon yang memungkinkan distribusi transaksi lebih merata.

“Kita batasi jumlah stand, tapi kita buat sistem kupon agar semua pelaku UMKM bisa merasakan hasilnya secara adil,” jelas Hamzah.

Ia optimistis, perputaran ekonomi selama empat hari pelaksanaan dapat mencapai angka miliaran rupiah, terutama saat puncak acara seperti pawai budaya yang diperkirakan akan dihadiri puluhan ribu pengunjung.

Lebih jauh, Hamzah menekankan pentingnya nilai inklusivitas dalam perhelatan Lebaran Depok. Hal ini tercermin dari dilibatkannya anak-anak berkebutuhan khusus dalam berbagai penampilan seni.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Depok adalah rumah bagi semua. Siapapun latar belakangnya, semua punya ruang yang sama untuk berpartisipasi dan berkarya,” ungkapnya.

Mengusung tema “Depok Rumah Kita”, ia mengajak seluruh warga, baik yang lahir di Depok maupun yang datang dari berbagai daerah, untuk bersama-sama menjaga dan merawat kota ini sebagai rumah bersama.

“Tidak penting asalnya dari mana. Selama kita tinggal di Depok, kita adalah bagian dari keluarga besar. Kita jaga budaya, kita jaga kebersamaan,” pungkasnya.

Lebaran Depok 2026 sendiri masih akan berlangsung hingga puncak acara akhir pekan, dengan beragam kegiatan budaya dan hiburan yang terus menarik antusiasme masyarakat. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *