Lebaran Depok Bukan Sekadar Tradisi, Mazhab HM Tekankan Nilai Guyub, Kerja Keras, dan Berkah Sosial

IMG-20260505-WA0014

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, Mazhab H.M., menegaskan bahwa perayaan Lebaran Depok memiliki makna yang jauh melampaui sekadar kegiatan seremonial. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan Lebaran Depok 2026, khususnya tradisi ngubek empang di Pancoran Mas Selasa (5/5/2026).

Menurut Mazhab, tradisi ngubek empang menyimpan nilai kebersamaan yang kuat, tercermin dari suasana guyub warga yang penuh tawa dan keakraban saat turun langsung ke empang.

“Ini bukan sekadar ngubek empang. Di dalamnya ada kebersamaan, ada canda tawa yang mencerminkan guyuban warga yang semakin erat,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia menilai kegiatan tersebut juga mengandung filosofi penting tentang kerja keras. Untuk mendapatkan hasil, masyarakat harus berusaha secara nyata, sebagaimana warga yang berjuang menangkap ikan di dalam empang.

“Ada nilai yang diajarkan, bahwa untuk mendapatkan sesuatu dibutuhkan usaha. Ini menjadi pelajaran penting, terutama di tengah pola pikir instan yang mulai berkembang,” jelasnya.

Mazhab juga menyoroti dampak positif Lebaran Depok terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia mengaku melihat langsung antusiasme pengunjung yang menyerbu stan-stan UMKM di lokasi acara.

“UMKM benar-benar bergairah. Saya lihat sendiri bagaimana masyarakat berbondong-bondong membeli. Ini luar biasa dan harus terus ditingkatkan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi Lebaran Depok sebagai bagian dari identitas budaya yang tidak boleh punah. Menurutnya, kegiatan ini harus terus dipertahankan dan dikembangkan agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Mazhab berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Lebaran Depok tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat.

“Jangan hanya jadi momen setahun sekali. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan tradisi harus hidup di lingkungan RT dan RW masing-masing,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kembali makna tradisi “rantangan” yang identik dengan Lebaran, di mana generasi muda membawa makanan kepada orang yang lebih tua sebagai simbol penghormatan dan keberkahan.

“Di situ ada nilai luhur, ada penghormatan kepada orang tua, ada keberkahan yang dibawa. Ini yang harus terus kita tanamkan,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah kehidupan modern yang cenderung pragmatis, nilai-nilai seperti kerja keras, kebersamaan, dan kepedulian sosial harus kembali diperkuat agar tidak terkikis oleh zaman.

“Nilai-nilai ini penting untuk diwariskan. Lebaran Depok menjadi salah satu ruang untuk mengingatkan kita semua akan hal itu,” pungkasnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *