DEPOK | FOKUSKOTA.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok mulai memanaskan mesin politiknya menjelang kontestasi legislatif mendatang. Melalui agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dijadwalkan pada 16 Juni, partai ini menyiapkan langkah serius untuk mengonsolidasikan kekuatan sekaligus memetakan strategi pemenangan secara lebih tajam dan terukur.
Kegiatan yang digagas di tingkat DPD ini akan melibatkan seluruh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan struktur partai di masing-masing wilayah. Tidak hanya menilai capaian, forum ini juga diarahkan untuk mencari solusi konkret bagi DPC yang belum optimal dalam membangun kekuatan politiknya.
Ketua DPC PSI Kota Depok, Binton J. Nadapdap, menegaskan bahwa Rakerda akan menjadi ruang strategis untuk menganalisis kondisi riil di lapangan. Setiap DPC akan dipetakan berdasarkan capaian, tantangan, hingga potensi elektoral yang dimiliki.
“Yang sudah kuat akan kita dorong lebih maksimal, sementara yang belum akan kita bantu dengan solusi konkret. Tidak boleh ada yang tertinggal,” ujarnya di Depok, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, proses evaluasi tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melalui pendekatan personal. Pengurus akan dipanggil satu per satu untuk diwawancarai, guna memastikan kesiapan, komitmen, serta kelengkapan struktur sesuai dengan ketentuan partai.
Menariknya, PSI Depok juga mengandalkan “Tim 11” sebagai ujung tombak penguatan organisasi. Tim ini akan turun langsung ke setiap DPC, tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga aktif mendampingi, memberikan arahan strategi, hingga membantu mencari dan merekrut pengurus baru.
“Tim ini bekerja seperti pendamping sekaligus penggerak. Mereka ikut memastikan setiap DPC punya kekuatan dan strategi yang jelas,” jelas Binton.
Ia juga menyoroti masuknya kader-kader baru yang memiliki pengalaman dari partai lain sebagai energi segar bagi organisasi. Pengalaman tersebut dinilai dapat memperkaya perspektif sekaligus memperkuat daya saing politik PSI di tingkat lokal.
Dalam merancang strategi, PSI Depok menerapkan pendekatan yang fleksibel sesuai karakteristik wilayah. Untuk daerah dengan dominasi pemilih muda, program yang diusung cenderung kreatif seperti kegiatan olahraga, seni, dan komunitas. Sementara di kawasan dengan basis pemilih lebih matang, pendekatan dilakukan melalui kegiatan sosial dan keagamaan.
“Setiap wilayah punya karakter berbeda, jadi pendekatannya juga tidak bisa disamaratakan,” tambahnya.
Terkait target politik, PSI Depok sebelumnya telah mencapai enam kursi dan kini diarahkan untuk melompat ke sembilan kursi DPRD. Binton menyebut target tersebut sebagai tantangan besar yang realistis, selama diiringi kerja keras, strategi matang, dan konsolidasi yang solid.
“Enam kursi itu sudah capaian baik, tapi sembilan kursi akan menjadi lompatan besar. Itu butuh kerja kolektif, doa, dan ikhtiar maksimal,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh strategi internal, tetapi juga oleh kemampuan partai hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan warga, dan menawarkan solusi nyata.
Dengan penguatan struktur hingga tingkat akar rumput, evaluasi menyeluruh, serta strategi yang adaptif, PSI Depok optimistis mampu meningkatkan daya saing dan meraih hasil maksimal dalam pemilu legislatif mendatang. (Ht)








