DEPOK | FOKUSKOTA.com – Suasana halal bihalal dimanfaatkan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok sebagai titik tolak konsolidasi besar-besaran. Tak sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini diarahkan menjadi langkah awal memperkuat mesin partai guna menghadapi kontestasi politik dengan target ambisius sembilan kursi DPRD.
Dalam pertemuan yang digelar di Cinere, Depok, jajaran pengurus menegaskan pentingnya penyatuan gerak seluruh struktur partai. Ketua DPC PSI Kota Depok, Binton J. Nadapdap, menekankan bahwa soliditas internal menjadi fondasi utama dalam meraih kemenangan elektoral.
Menurutnya, seluruh elemen partai harus bergerak dalam satu irama, dengan perencanaan matang dan target yang terukur. Ia mengungkapkan bahwa DPD PSI Depok telah menjadwalkan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada 16 Juni 2025, yang akan melibatkan 11 DPC serta para Ketua DPRT.
“Rakerda ini bukan sekadar agenda rutin, tapi forum strategis untuk memastikan seluruh struktur memahami peran dan tanggung jawabnya secara jelas,” ujarnya.
Lebih jauh, Rakerda akan difokuskan pada evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi. Penilaian dilakukan berbasis indikator konkret, mulai dari kelengkapan kepengurusan, efektivitas kaderisasi, hingga aktivitas sosial-politik dan potensi elektoral di tiap wilayah.
Binton menegaskan tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dalam pergerakan. Standar kerja yang seragam harus diterapkan, baik bagi wilayah yang sudah memiliki kursi legislatif maupun yang masih berjuang meraih representasi.
Sebagai langkah percepatan, DPD PSI Depok juga membentuk “Tim 11” yang berisi pengurus inti. Tim ini bertugas turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan, menyusun strategi, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja struktur di bawahnya.
“Tim ini bukan hanya mengawasi, tapi ikut terlibat aktif membantu menyelesaikan persoalan dan memastikan mesin partai bekerja optimal,” jelasnya.
Dalam strategi pemenangan, PSI Depok juga mengadopsi pendekatan yang lebih adaptif. Di wilayah dengan dominasi pemilih muda, kegiatan kreatif seperti olahraga dan seni menjadi pintu masuk. Sementara di kawasan dengan pemilih lebih matang, pendekatan difokuskan pada kegiatan sosial, keagamaan, dan pelayanan masyarakat.
Tak hanya itu, proses evaluasi pengurus dilakukan secara individual melalui wawancara untuk mengukur kesiapan, komitmen, serta kapasitas masing-masing kader.
Binton juga menyoroti bertambahnya kader baru dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang memiliki pengalaman di partai lain. Hal ini dinilai sebagai energi baru yang dapat memperkuat jaringan sekaligus meningkatkan daya saing politik.
“Tentu ini menjadi nilai tambah. Perspektif yang beragam akan memperkaya strategi dan memperkuat organisasi,” katanya.
Terkait target sembilan kursi DPRD, ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar ambisi, melainkan target realistis yang harus dicapai melalui kerja kolektif dan kedekatan dengan masyarakat.
“Yang terpenting, kita hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, dan memberikan solusi nyata. Dari situ kepercayaan publik akan terbentuk,” pungkasnya.
Dengan konsolidasi menyeluruh, penguatan struktur hingga akar rumput, serta strategi politik yang lebih adaptif, PSI Depok optimistis mampu meningkatkan perolehan kursi dan tampil lebih kompetitif dalam pemilu legislatif mendatang.(Ht)








