HUT ke-80: F-PKB Apresiasi Optimalisasi RSSG, Solusi Atasi Rebutan Kursi Sekolah Negeri
DEPOK | Fokuskota – Dalam upaya program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang digagas Wali Kota Depok, Supian Suri, mulai menuai dukungan luas. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Kota Depok di momen kemerdekaan HUT RI ke-80 menilai, kebijakan ini berpotensi menjadi solusi permanen atas persoalan klasik rebutan kursi sekolah negeri yang setiap tahun terjadi di Kota Belimbing.
Hal itu diungkapkan, Ketua Fraksi PKB DPRD Depok, Siswanto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar janji politik, melainkan implementasi nyata atas mandat Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengamanatkan pendidikan dasar hingga menengah diberikan secara gratis.
“Selama ini, sekolah negeri selalu jadi rebutan, padahal banyak juga dari kalangan mampu yang ikut antre. Dengan hadirnya RSSG, saya yakin sekolah swasta akan semakin berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat,” ujarnya usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-80 RI di Balai Kota Depok, Minggu (17/8).
Menurutnya, program ini akan meringankan beban orang tua, sekaligus mengurangi kesenjangan akses pendidikan di Depok. Ia menilai, jika berjalan konsisten, RSSG mampu mengubah peta pendidikan kota ini.
“Ke depan tidak ada lagi cerita orang tua stres karena anaknya tidak diterima di sekolah negeri. RSSG bisa jadi jawaban agar semua anak Depok memperoleh pendidikan berkualitas tanpa memandang status ekonomi,” jelasnya.
Meski begitu, Siswanto yang juga Sekretaris Komisi D DPRD Depok mengingatkan, tahun perdana RSSG perlu banyak evaluasi. Ia mendorong Dinas Pendidikan bersama Pemkot Depok memperbaiki teknis pelaksanaan agar kuota benar-benar terserap maksimal.
“Masih ada kekurangan, itu wajar. Yang penting ada evaluasi menyeluruh supaya tahun depan RSSG lebih matang, lebih optimal, dan benar-benar menjadi program favorit warga,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh DPRD, Siswanto berharap Pemkot Depok bisa menjadikan RSSG sebagai salah satu legacy penting Wali Kota Supian Suri dalam bidang pendidikan. (Hety)








