DEPOK | FOKUSKOTA.com – Teror pencurian kendaraan bermotor kembali menghantui Kota Depok. Kali ini, komplotan curanmor diduga bersenjata api beraksi di permukiman padat Jalan Janger 1, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Aksi yang terjadi tepat usai waktu Magrib itu berubah menjadi kejar-kejaran menegangkan dan diwarnai letusan senjata.
Target pelaku adalah Honda Scoopy B 4199 EEJ berwarna cokelat-putih yang terparkir di depan rumah korban. Namun alarm kendaraan yang aktif justru membongkar aksi mereka.
Andri, keluarga korban, mengatakan wilayah tempat tinggalnya belakangan memang kerap kehilangan motor. Karena itu, setiap sore setelah Magrib ia selalu memeriksa kondisi kendaraan dan lingkungan sekitar.
“Saya baru masuk rumah sekitar dua atau tiga menit. Tiba-tiba alarm motor bunyi lagi. Saya pikir cuma kesenggol anak kecil, ternyata motor sudah dinyalakan dan dibawa kabur,” ujar Andri.
Tanpa pikir panjang, Andri langsung mengejar pelaku sambil berteriak “maling”. Teriakan itu memancing puluhan warga yang baru keluar dari masjid untuk ikut mengejar.
Kejar-kejaran berlangsung hingga Jalan Janger 3. Salah satu motor yang digunakan pelaku berhasil ditabrak warga hingga terjatuh. Warga sempat mengepung dua orang pelaku yang sudah tidak memiliki banyak ruang untuk melarikan diri.
Namun situasi mendadak berubah mencekam.
Menurut kesaksian Andri, kedua pelaku diduga mengeluarkan senjata api ketika massa semakin mendekat. Warga awalnya mengira senjata tersebut hanya replika, tetapi dugaan itu terpatahkan ketika terdengar tiga kali letusan.
“Pelaku melepaskan tiga tembakan. Warga langsung mundur karena panik,” katanya.
Memanfaatkan kepanikan warga, komplotan tersebut akhirnya kabur meninggalkan barang bukti di lokasi.
Di tempat kejadian perkara (TKP), warga menemukan satu unit motor yang diduga milik pelaku, helm, sandal, sarung senjata api, serta kunci T yang sudah patah yang diduga dipakai untuk membobol motor korban.
Andri mengaku tidak sempat melihat wajah pelaku yang membawa motornya karena pelaku langsung memacu kendaraan dengan posisi membelakangi korban. Namun warga yang berhadapan langsung menyebut pelaku bertubuh tegap dan besar mengenakan topi, sementara rekannya bertubuh lebih kecil dan memakai helm.
Peristiwa ini memunculkan kekhawatiran baru di kalangan warga Mekarjaya. Mereka menilai pelaku curanmor kini semakin nekat karena diduga membawa senjata api dan berani melepaskan tembakan di tengah permukiman yang ramai dipenuhi warga dan jamaah salat Magrib.
Kasus ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Warga mendesak aparat segera menangkap komplotan tersebut dan mengusut dugaan penggunaan senjata api dalam aksi pencurian yang nyaris merenggut keselamatan warga.(Ht)








