H. Mazhab: Memuliakan Anak Yatim Bukan Tradisi Tahunan, tetapi Kewajiban Sepanjang Hayat

IMG-20260711-WA0009

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Bulan Muharram kembali mengingatkan umat Islam pada pentingnya memperkuat nilai kepedulian sosial. Namun bagi Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok, H. Mazhab H.M., semangat memuliakan anak yatim tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Kepedulian harus menjadi bagian dari budaya hidup yang terus dijaga sepanjang waktu.

Pesan tersebut disampaikan H. Mazhab saat menghadiri kegiatan santunan bagi anak yatim, anak piatu, dan kaum dhuafa yang digelar Majelis Taklim Al-Kahfi RW 13, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru (RJB), Kota Depok, Sabtu (11/7/2026).

Di hadapan para jemaah dan masyarakat yang hadir, H. Mazhab mengajak seluruh umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang kehilangan kasih sayang orang tua.

“Muharram bukan hanya penanda pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperbanyak amal, menumbuhkan rasa empati, dan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian kepada anak yatim tidak boleh hanya muncul ketika Muharram tiba. Nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam justru mengajarkan agar kasih sayang kepada mereka diwujudkan secara berkesinambungan.

“Jangan hanya satu tahun sekali. Mari kita lakukan setiap hari. Mereka membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan kehadiran kita dalam kehidupan mereka,” tegas H. Mazhab.

Ia menambahkan, bentuk kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya bantuan materi. Senyuman, doa, perhatian, hingga pendampingan moral juga memiliki arti besar bagi tumbuh kembang anak-anak yatim agar tetap memiliki harapan dan semangat menjalani kehidupan.

“Menyayangi anak yatim tidak selalu dengan uang. Sentuhan kasih sayang, perhatian, dan kebersamaan juga merupakan sedekah yang sangat berarti bagi mereka,” katanya.

Bagi H. Mazhab, setiap kesempatan bertemu anak-anak yatim selalu menghadirkan pelajaran tentang makna keikhlasan dan rasa syukur. Menurutnya, kebahagiaan sejati lahir ketika seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain tanpa mengharapkan balasan.

“Tidak ada kebahagiaan yang lebih indah selain bisa melihat senyum anak-anak yatim dan berbagi kebahagiaan bersama mereka,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, H. Mazhab berharap semangat Muharram mampu menumbuhkan gerakan sosial yang terus hidup di tengah masyarakat. Ia meyakini, masyarakat yang besar bukan hanya dinilai dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kuatnya rasa kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

“Memuliakan anak yatim bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan memastikan mereka tumbuh dengan cinta, perhatian, pendidikan, dan harapan. Jika nilai ini terus kita jaga, insyaallah keberkahan akan hadir dan masyarakat Depok akan menjadi kota yang semakin peduli, berakhlak, dan penuh solidaritas,” pungkasnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *