DEPOK | FOKUSKOTA.com – Kinerja Tim Maung Kota Depok dalam merespons berbagai persoalan lingkungan dan pelayanan masyarakat kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sepanjang Triwulan II Tahun 2026, tim yang berada di bawah koordinasi Pemerintah Kota Depok berhasil menyelesaikan 321 dari total 353 laporan masyarakat, atau setara dengan tingkat penyelesaian mencapai 90,93 persen.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya efektivitas sistem penanganan aduan masyarakat yang selama ini dijalankan secara terpadu. Berbagai persoalan yang dilaporkan warga, mulai dari kebersihan lingkungan, ketertiban umum, hingga potensi bahaya infrastruktur, berhasil ditindaklanjuti secara cepat dan terukur.
Koordinator Tim Maung Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, mengatakan tingginya angka penyelesaian laporan merupakan hasil kerja sama seluruh personel di lapangan serta dukungan aktif masyarakat yang terus menyampaikan informasi melalui kanal pengaduan resmi.
“Dari 353 laporan yang kami terima selama triwulan kedua, sebanyak 321 laporan telah berhasil kami tangani. Persentase penyelesaian sebesar 90,93 persen menunjukkan sistem pelaporan hingga eksekusi di lapangan berjalan cukup efektif. Kami akan terus bekerja agar seluruh laporan yang masih dalam proses dapat segera diselesaikan,” ujar Tri Sakti di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, salah satu fokus utama Tim Maung selama periode tersebut adalah penanganan persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Sebanyak 47 titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar berhasil ditertibkan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mengembalikan fungsi ruang publik.
Selain melakukan penertiban, Tim Maung juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membakar sampah. Sedikitnya 136 titik menjadi sasaran sosialisasi guna meningkatkan kesadaran warga terhadap dampak negatif pembakaran sampah yang dapat mencemari udara, memicu gangguan kesehatan, hingga berpotensi menyebabkan kebakaran.
Tidak hanya fokus pada kebersihan, Tim Maung juga memperkuat langkah mitigasi bencana, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat. Sebanyak 20 titik pohon rawan tumbang telah dipangkas secara preventif untuk mengurangi potensi kecelakaan maupun kerusakan fasilitas umum.
Upaya penataan kota juga terus dilakukan melalui perapihan 51 ruas jalan, pelaksanaan operasi bersih di 18 titik, sosialisasi kebersihan di 19 lokasi, serta perbaikan 30 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sebelumnya mengalami kerusakan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan estetika lingkungan perkotaan.
“Penutupan TPS liar dan edukasi mengenai larangan pembakaran sampah menjadi prioritas karena dampaknya sangat besar terhadap kesehatan lingkungan. Begitu juga dengan pemangkasan pohon serta perbaikan lampu PJU yang kami lakukan sebagai langkah perlindungan terhadap keselamatan masyarakat dan aset publik,” jelas Tri Sakti.
Meski berhasil mencatat tingkat penyelesaian laporan yang tinggi, Tim Maung menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah akhir dari upaya peningkatan pelayanan. Evaluasi akan terus dilakukan agar kualitas respons terhadap setiap aduan masyarakat semakin cepat dan optimal.
Tri Sakti juga mengajak seluruh warga untuk terus berpartisipasi menjaga hasil penataan yang telah dilakukan pemerintah. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengapresiasi warga yang aktif menyampaikan laporan. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga hasil kerja bersama. TPS liar yang telah ditutup jangan sampai muncul kembali, begitu pula pohon yang sudah dipangkas dan fasilitas umum yang telah diperbaiki harus dijaga agar tetap berfungsi dengan baik,” tegasnya.
Ke depan, Tim Maung Kota Depok akan memperkuat sinergi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan, serta berbagai perangkat daerah untuk meningkatkan efektivitas pelayanan. Frekuensi patroli preventif di kawasan rawan juga akan ditambah, disertai optimalisasi teknologi pelaporan agar setiap aduan masyarakat dapat ditangani lebih cepat.
Dengan strategi tersebut, Tim Maung optimistis tingkat penyelesaian laporan masyarakat dapat terus meningkat bahkan mencapai target maksimal pada triwulan berikutnya, sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif, lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman bagi seluruh warga.(Ht)








