Komisi D DPRD Depok Kawal Kesuksesan Porprov Jabar 2026, Dorong Tambahan Anggaran demi Nama Baik Kota Depok

IMG-20260618-WA0002(1)

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Komisi D DPRD Kota Depok menegaskan komitmennya untuk mengawal kesuksesan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Kota Depok. Sebagai salah satu tuan rumah bersama Kota Bekasi dan Kota Bogor, Depok dinilai harus mempersiapkan seluruh kebutuhan secara maksimal agar perhelatan olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Perhatian itu mengemuka setelah Komisi D DPRD Kota Depok menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata), KONI Kota Depok, serta Panitia Besar (PB) Porprov Kota Depok.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, mengatakan rapat tersebut sengaja digelar untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Porprov sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang masih harus dipenuhi menjelang pelaksanaan ajang olahraga bergengsi tersebut.

“Betul, kami sengaja mengundang seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Porprov. Kami ingin mengetahui sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan dan apa saja kendala yang masih dihadapi,” ujar Siswanto.

Menurutnya, DPRD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan Kota Depok mampu menjadi tuan rumah yang baik dan sukses. Sebab, Porprov bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan Kota Depok kepada masyarakat Jawa Barat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Siswanto menilai kehadiran ribuan atlet, ofisial, pelatih, dan pendukung dari berbagai daerah akan memberikan dampak positif bagi sektor usaha lokal, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM.

“Manfaat menjadi tuan rumah sangat besar. Selain meningkatkan citra Kota Depok, kegiatan ini juga akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat karena banyak tamu dari berbagai daerah yang datang selama Porprov berlangsung,” tuturnya.

Namun demikian, dalam rapat koordinasi tersebut terungkap adanya kekurangan anggaran yang dinilai cukup krusial bagi kelancaran penyelenggaraan Porprov. Informasi tersebut menjadi perhatian serius Komisi D karena berpotensi memengaruhi kesiapan teknis di lapangan apabila tidak segera diatasi.

“Terus terang, kami baru mengetahui adanya kekurangan anggaran saat rapat koordinasi. Karena itu kami berharap persoalan ini bisa segera mendapatkan solusi melalui pembahasan APBD Perubahan,” katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa keberhasilan Porprov merupakan harapan seluruh masyarakat Kota Depok. Oleh sebab itu, segala kebutuhan yang berkaitan dengan penyelenggaraan harus mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

“Kota Depok menjadi tuan rumah Porprov ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah dari masyarakat. Tentu masyarakat berharap pelaksanaannya sukses dan memberikan dampak ekonomi yang nyata,” ujarnya.

Berdasarkan hasil rapat, kekurangan anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan Porprov diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Dana tersebut diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan teknis yang belum terakomodasi dalam anggaran sebelumnya.

“Kekurangan anggaran yang disampaikan sekitar Rp10 miliar. Anggaran itu diperlukan untuk mendukung berbagai kebutuhan teknis, seperti perbaikan sarana dan peralatan penunjang di venue pertandingan, honorarium liaison officer (LO), volunteer, serta kebutuhan operasional lainnya,” ungkap Siswanto.

Ia menilai kebutuhan tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan dan kenyamanan peserta selama mengikuti Porprov di Kota Depok.

Karena itu, Komisi D berharap Pemerintah Kota Depok dapat memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan anggaran tersebut agar tidak menghambat persiapan yang sedang berjalan.

“Ini bukan kegiatan rutin tahunan. Porprov adalah ajang empat tahunan yang sangat prestisius. Kesempatan menjadi tuan rumah juga tidak datang setiap saat. Maka sudah seharusnya kita mempersiapkannya dengan sebaik mungkin,” tegasnya.

Siswanto optimistis, dengan dukungan anggaran yang memadai, koordinasi yang kuat antarinstansi, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Kota Depok mampu menyelenggarakan Porprov Jawa Barat 2026 secara sukses, aman, dan membanggakan.

Selain menjadi ajang pembinaan atlet daerah, Porprov juga diharapkan mampu meninggalkan warisan positif berupa peningkatan fasilitas olahraga, tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, serta semakin kuatnya posisi Kota Depok sebagai salah satu kota penyangga strategis di Jawa Barat.

“Yang terpenting sekarang adalah memastikan seluruh kebutuhan dapat terpenuhi tepat waktu. Kami ingin Porprov 2026 menjadi momentum yang membanggakan bagi masyarakat Kota Depok dan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah,” pungkasnya. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *